Program Pengulangan For



Program Pengulangan For
 

Begini penjelasannya,
  • kata "for" disana sintak utama jika perulangan yang akan kita gunakan adalah for, jadi for adalah function yang digunakan untuk perulangan. 
  • Selanjutnya "int" untuk mendeklarasikan bahwa variabel "i" adalah berbentuk integer atau mempunyai data dalam bentuk integer. 
  • "i" bisa anda ganti dengan huruf dari a sampai z atau kata seperti sni, terserah sahabat mau ganti dengan apapun dengan syarat jangan sampe ada spasi, solusinya gunakan tanda penghubung seperti "_" atau "-" atau yang lain seperti contoh "nilai_berubah".
  • "i=1" batas awal sehingga "i" mempunyai nilai awal 1. Sahabat bisa menggantinya dengan angka berapapun dengan sarat angka tersebut berupa integer. seperti contoh 1, 5, 8 ,100, dst.
  • "i<=5" adalah untuk batas akhir sebuah perulangan dengan penjabaran bahwa perulangan tersebut akan berhenti ketika nilai "i" kurang dari sama dengan 5. Angka lima ini bisa anda ganti sampai berapapun contoh 100, 1882, dst.
  • "i++" di atas untuk menentukan apakah perulangan tersebut nilainya di tambah atau dikurangi. i++ bisa sahabat ganti dengan i-- untuk mendapatkan nilai i dari batas awal berkurang, dan i++ untuk menentukan nilai "i" itu bertambah.
  • "aksi atau apapun yang akan diulang" disitulah tempat apapun yang akan kita ulang baik itu kata-kata atau apapun itu. contoh memunculkan kata "selamat datang", rubah saja bagian "aksi atau apapun yang akan diulang" dengan cout<<"selamat datang";.

Langsung saja ke contoh bila mana diaplikasikan ke progran C++ :


#include<conio.h>
#include<iostream.h>

void main()
{
char nama [50];
char x,i;
cout<<"nama : " ;
cin>>nama;
for(i=1; i<=3; i++)
cout<<"nama anda :"<<nama<<endl;
getch();
}

Silahkan kalian coba di program C++ . dan jangan lupa kembangkan .

Pengertian Polaritas

Pengertian Polaritas

Polaritas atau kepolaran adalah pemisahan muatan listrik yang mengarah ke molekul atau gugus yang memiliki momen dipol.Polaritas molekul tergantung pada perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam suatu senyawa dan struktur senyawa yang tidak simetris. Polaritas berpengaruh terhadap beberapa sifat fisik suatu bahan kimia yaitu tegangan permukaan, kelarutan, titik leleh dan titik didih. Molekul polar berinteraksi melalui gaya antarmolekul dipol-dipol dan ikatan hidrogen.

Molekul air bersifat polar. Hal itu disebabkan karena adanya perbedaan muatan, yaitu muatan positif (merah) dan negatif (biru)

Polaritas Ikatan

Elektron tidak selalu dibagi rata antara dua atom yang berikatan. Satu atom mungkin lebih kuat untuk menarik elektron ke dirinya sendiri dibanding dengan atom lain. Hal tersebut dapat mengakibatkan adanya dipol-dipol antarmolekul. Tarikan ini disebut sebagai elektronegativitas. Pembagian elektron yang tidak merata dalam ikatan mengakibatkan pembentukan dipol listrik, yaitu pemisahan muatan listrik positif dan negatif. Muatan parsial dilambangkan sebagai δ+ (delta plus) dan δ- (delta minus). Simbol tersebut diperkenalkan oleh Christopher Ingold dan istrinya Hilda Usherwood pada tahun 1926.

Atom dengan elektronegativitas tinggi seperti fluor, oksigen, dan nitrogen mempunyai kemampuan menarik elektron lebih besar dari atom dengan elektronegativitas yang lebih rendah. Dalam suatu ikatan, hal ini dapat mengakibatkan pembagian elektron antar atom yang tidak merata. Elektron akan ditarik lebih dekat ke atom dengan elektronegativitas yang lebih tinggi.

Ikatan dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu nonpolar dan polar. Sebuah ikatan nonpolar terjadi ketika elektronegativitas atom yang berikatan adalah sama sehingga perbedaan muatannya adalah nol. Ikatan polar lebih tepat disebut ikatan ion dan terjadi ketika terdapat perbedaan elektronegativitas yang cukup besar antara dua atom yang berikatan. Polar dan nonpolar lebih merujuk pada ikatan kovalen. Penentuan polaritas ikatan kovalen dapat menggunakan cara numerik, yaitu menghitung perbedaan elektronegativitas atom yang saling berikatan. Pada skala Pauling, jika hasilnya adalah antara 0,4 dan 1,7 secara umum akan disebut sebagai ikatan kovalen polar.

Pengertian Tata Nama Kimia

Pengertian Tata Nama Kimia

Tata nama kimia adalah serangkaian aturan penamaan senyawa-senyawa kimia yang disusun secara sistematis. Tata nama kimia yang paling terkenal dan banyak dipakai adalah yang dibuat dan dikembangkan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).
Jauh sebelum ilmuwan menemukan tata nama, senyawa kimia masih dinamai dengan nama-nama yang unik, seperti bauksit, asam cuka, karat besi, dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan zaman, telah berkembang rumus kimia seperti NaCl, C12H22O11, and Co(NH3)6(ClO4)3. Namun demikian tetap harus ada sistem penamaan yang jelas untuk mengidentifikasi masing-masing senyawa. Di bawah ini terdapat tata nama senyawa biner yang perlu diketahui.

Aturan Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa biner logam dan nonlogam

Senyawa biner logam dan nonlogam kebanyakan adalah termasuk senyawa ion (ingat bahwa ikatan ion terjadi pada logam dengan nonlogam). Tata nama senyawa ion ditulis dengan menyebutkan nama ion positif diikuti dengan nama ion negatif.

NaCl

natrium klorida
(NH4)2SO4

amonium sulfat
NaHCO3

natrium bikarbonat
  1. Tata nama ion positif
  2. Ion positif monoatomik mempunyai nama sama dengan nama unsurnya.
    Na+ natrium
    Zn2+ zink
    Ca2+ kalsium
    H+ hidrogen
    K+ kalium
    Sr2+ stronsium
    Beberapa logam membentuk ion positif dalam lebih dari satu tingkat oksidasi. Satu metode untuk membedakan ion-ion tersebut adalah dengan memberi akhiran -i dan -at yang mewakili tingkat oksidasi rendah dan tinggi.
    Fe2+ feri
    Fe3+ ferat
    Cu+ kupri
    Cu2+ kuprat
    Ahli kimia sekarang mempunyai metode yang lebih sederhana, yakni memberi muatan ion yang ditulis dengan angka Romawi setelah nama unsur (tanpa spasi).
    Fe2+ besi(II)
    Fe3+ besi (III)
    Sn2+ timah(II)
    Sn4+ timah(IV)
    Cu+ tembaga(I)
    Cu2+ tembaga(II)
    Ion positif poliatomik sering menggunakan tata nama umum yang diakhiri dengan -onium.
    H3O+ hidronium
    NH4+ amonium
  3. Tata nama Ion Negatif
  4. Ion negatif yang terdiri dari atom tunggal dinamai dengan akhiran -ida setelah nama unsur.
    F- fluorida O2- oksida
    Cl- klorida S2- sulfida
    Br- bromida N3- nitrida
    I- iodida P3- fosfida
    H- hidrida C4- karbida
    Namun ada penamaan khusus yang tidak menggunakan kaidah di atas. Beberapa contoh adalah:

    ion -1
    HCO3- bikarbonat
    HSO4- hidrogen sulfat (bisulfat)
    CH3CO2- asetat
    ClO4- perklorat
    NO3- nitrat
    ClO3- klorat
    NO2- nitrit
    ClO2- klorit
    MnO4- permanganat
    ClO- hipoklorit
    CN- sianida
    OH- hidroksida


    ion -2

    CO32- karbonat
    O22- peroksida
    SO42- sulfat
    CrO42- kromat
    SO32- sulfit
    Cr2O72- dikromat
    S2O32- tiosulfat
    HPO42- hidrogen fosfat


    ion -3

    PO43- fosfat
    AsO43- arsenat
    BO33- borat


Senyawa biner nonlogam dan nonlogam

Senyawa biner yang terjadi antara nonlogam dan nonlogam sering disebut sebagai senyawa kovalen (terjadi karena ikatan kovalen). Tingkat oksidasi juga berperan penting dalam penamaan senyawa kovalen. Akhiran -ida ditambahkan setelah nama unsur pada tingkat oksidasi negatif.
HCl hidrogen klorida
NO nitrogen oksida
BrCl bromin klorida

Tingkat oksidasi positif harus ditulis terlebih dahulu, diikuti oleh tingkatkan oksidasi negatif. Jumlah atom unsur secara sederhana dapat diketahui dengan menambahkan awalan Yunani pada unsur.
1 mono-

6 heksa-
2 di-

7 hepta-
3 tri-

8 okta-
4 tetra-

9 nona-
5 penta-

10 deka-

Gelombang Cahaya

Gelombang Cahaya


Saat cuaca cerah, pada siang hari kita bisa melihat matahari dan malamnya bisa melihat bulan ataupun bintang. Matahari, bulan dan bintang adalah bagian dari benda langit, yang ketika kita melihatnya ataupun mengamatinya, informasi yang bisa kita tangkap langsung dari benda langit tersebut berupa cahaya. Dan dari cahaya tersebut para astronom dapat menentukan posisi, jarak, warna, suhu, jenis zat yang dikandungnya, energi dan lain sebagainya. Jadi cahaya itu ilmu, cahaya merupakan bagian dari fenomena fisika, tanpa cahaya bisa jadi ilmu astronomi tidak akan pernah ada, tanpa cahaya kita tidak akan bisa hidup. Dari fenomena cahaya ini, banyak para ilmuwan memuculkan berbagai gagasan ataupun teori tentang cahaya. Namun demikian, didalam ilmu pengetahuan, kebenaran dari suatu gagasan maupun teori akan sangat di tentukan oleh uji eksperimen.
Ilmuwan  Abu Ali Hasab Ibn Al-Haitham (965–sekitar 1040), menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya, mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah, namun hanya satu sinar dari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Sedangkan cahaya lain yang mengenai mata tidak secara tegak lurus tidak dapat dilihat.
Ada teori Partikel oleh Isaac Newton (1642-1727) dalam Hypothesis of Light pada 1675 bahwa cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya. Teori Gelombang oleh Chrisiaan Huygens (1629-1695), menyatakan bahwa cahaya dipancarkan ke segala arah sebagai gelombang seperti bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuewensi dan panjang gelombang saja.
Pada zaman Newton dan Huygens hidup, orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti yang dikatakan Huygens. Inilah kritik orang terhadap pendapat Huygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) yang bernama eter. Zat ini sangat ringan, tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. Eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.
Pada dekade awal Abad 20, berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Thomas Young (1773-1829) dan Agustin Fresnell (1788-1827) berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi. Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel. Percobaan yang dilakukan oleh Jeans Leon Foulcoult (1819-1868) menyimpulkan bahwa cepat rambat cahaya dalam air lebih rendah dibandingkan kecepatannya di udara. Padahal Newton dengan teori emisi partikelnya meramalkan kebalikannya. Selanjutnya Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. Sesuatu yang yang berbeda dengan gelombang bunyi yang tergolong gelombang mekanik. Gelombang elekromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium dan kecepatan rambatnyapun amat tinggi bila dibandingkan dengan gelombang bunyi. Gelombang elekromagnetik merambat dengan kecepatan 300.000 km/s. Kebenaran pendapat Maxwell tak terbantahkan ketika Hertz (1857-1894) berhasil membuktikan secara eksperimental yang disusun dengan penemuan-penemuan berbagai gelombang yang tergolong gelombang elekromagnetik seperti sinar x, sinar gamma, gelombang mikro RADAR dan sebagainya.
Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektomagnetik umum diterima oleh kalangan ilmuwan, walaupun hasil eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti yang di sangkakan keberadaan oleh Huygen dan Maxwell.
Di sisi lain pendapat Newton tentang cahaya menjadi partikel tiba-tiba menjadi polpuler kembali setelah lebih dari 300 tahun tenggelam di bawah populeritas pendapat Huygens. Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel, Max Plack (1858-1947) dan Albert Einstein mengemukan teori mereka tentang Foton..
Berdasarkan hasil penelitian tentang sifat-sifat termodinamika radiasi benda hitam, Planck menyimpulkan bahwa cahaya di pancarkan dalam bentuk-bentuk partikel kecil yang disebut kuanta. Gagasan Planck ini kemudian berkembang menjadi teori baru dalam fisika yang disebut teori Kuantum. Dengan teori ini, Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elekton dari permukaan logam karena lagam tersebut di sinari cahaya.
Jadi dalam kondisi tertentu cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini di sebut sebagai dualisme cahaya. (source: e-dukasi.net)

Medan Magnetik

Medan Magnetik

 

Hello para Pembelajar Fisika..
Kali ini kita sudah masuk pada pembahasan Medan Magnetik.
Dalam fisika, Magnetisme adalah salah satu fenomena yang terjadi pada materi/benda yang dapat memberikan gaya menarik atau menolak terhadap benda lainnya. Beberapa benda yang memiliki sifat magnet adalah besi, dan beberapa baja, serta mineral Iodeston; namun, seluruh benda pasti terpengaruh oleh adanya gaya magnet ini walaupun kecil.
Suatu magnet adalah materi yang mempunyai medan magnet. Materi tersebut bisa dalam wujud magnet tetap atau magnet tidak tetap. Magnet yang sering kita dapati sekarang ini kebanyakan adalah magnet buatan.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub Utara (North/ N) dan kutub Selatan (South/ S). Walaupun magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
Medan magnetik didefinisikan sebagai daerah atau ruang di sekitar magnet yang masih dipengaruhi gaya magnetik. Kuat dan arah medan magnetik dapat juga dinyatakan oleh garis gaya magnetik. Jumlah garis gaya per satuan penampang melintang adalah ukuran kuat medan magnetik”, dilambangkan dengan huruf  “B” dan satuannya “Wb/m2 ” atau “Tesla”. Dan Bumi adalah medan magnet alam.
Medan Magnetik Bumi
Ada tiga aturan garis-garis medan magnet, yaitu :

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan 

 

Sistem koordinat kutub dua dimensi
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah suatu gerak lurus yang mempunyai kecepatan konstan. Maka nilai percepatannya adalah a = 0. Gerakan GLB berbentuk linear dan nilai kecepatannya adalah hasil bagi jarak dengan waktu yang ditempuh.
Rumus:
\!v=\frac{s}{t}
Dengan ketentuan:
  • \!s = Jarak yang ditempuh (km, m)
  • \!v = Kecepatan (km/jam, m/s)
  • \!t = Waktu tempuh (jam, sekon)
Catatan:
  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah \!s=\!v\times\!t.
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah \!t=\frac{s}{v}.
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah \!v=\frac{s}{t}.

Kecepatan rata-rata

Rumus:


Integral Trigonometri

Integral Trigonometri

 

Pada pembahasan ini kita akan berlatih untuk menyelesaikan integral-integral yang memiliki bentuk
Bentuk Integral
di mana m dan n adalah bilangan bulat positif. Untuk menemukan antiturunan dari bentuk-bentuk tersebut, pecahlah bentuk tersebut menjadi kombinasi dari integral trigonometri sedemikian sehingga kita dapat menggunakan Aturan Perpangkatan.
Sebagai contoh, kita dapat menyelesaikan integral berikut dengan memisalkan u = sin x. Sehingga, du = cos x dx dan diperoleh,
Contoh
Untuk menyelesaikan integral-integral trigonometri, gunakan identitas-identitas berikut agar kita dapat menggunakan Aturan Perpangkatan.
Identitas sin-cos

Panduan untuk Menyelesaikan Integral yang Memuat Perpangkatan Sinus dan Cosinus
  1. Jika pangkat dari sinus adalah bilangan ganjil dan positif, simpan satu faktor sinus tersebut dan ubahlah faktor sisanya menjadi cosinus. Kemudian, ekspansi dan integralkan.
    Panduan sin-cos 1
  2. Jika pangkat dari cosinus adalah bilangan ganjil dan positif, simpan satu faktor cosinus tersebut dan ubahlah faktor sisanya menjadi sinus. Kemudian, ekspansi dan integralkan.
    Panduan sin-cos 2
  3. Jika pangkat dari sinus dan cosinus keduanya genap dan tidak negatif, gunakan secara berulang identitas berikut,
    Panduan sin-cos 3
    untuk mengubah integran menjadi perpangkatan ganjil dari cosinus. Kemudian lanjutkan sesuai panduan nomor 2.

Contoh 1: Pangkat dari Sinus Ganjil dan Positif
Tentukan,
Contoh 1
Pembahasan Karena kita berharap untuk menggunakan Aturan Perpangkatan dengan u = cos x, maka simpan satu faktor sinus untuk membentuk du dan ubah faktor-faktor sinus sisanya menjadi cosinus.
Contoh 1 Pembahasan
Pada Contoh 1 di atas, pangkat m dan n keduanya merupakan bilangan bulat positif. Bagaimanapun, teknik yang sama dapat digunakan selama salah satu dari m atau n merupakan bilangan ganjil dan positif. Sebagai contoh, pada contoh selanjutnya pangkat dari cosinusnya 3, sedangkan pangkat dari sinusnya –1/2.
Contoh 2: Pangkat dari Cosinus Ganjil dan Positif
Tentukan,
Contoh 2
Pembahasan Karena kita akan menggunakan Aturan Perpangkatan dengan u = sin x, maka simpan satu faktor cosinus untuk membentuk du dan ubah faktor-faktor cosinus sisanya menjadi sinus.
Contoh 2 Pembahasan
Gambar di bawah ini menunjukkan daerah yang luasnya direpresentasikan oleh integral tersebut.
Contoh 2 Grafik

Integral Parsial, Soal, dan Pembahasannya

Integral Parsial, Soal, dan Pembahasannya

 

Pada pembahasan ini kita akan berlatih menemukan antiturunan dengan menggunakan integral parsial. Selain itu, di bagian akhir pembahasan ini, kita juga akan menggunakan metode tabulasi dalam melakukan proses integral parsial tersebut. Teknik integral parsial dapat diterapkan dalam berbagai macam fungsi, dan secara khusus teknik tersebut sangat berguna ketika dijumpai integran yang melibatkan perkalian fungsi-fungsi aljabar dan transendental. Sebagai contoh, integral parsial akan sangat berfungsi dengan baik untuk menyelesaikan,
Contoh Integral
Integral parsial didasarkan pada rumus turunan dari perkalian dua fungsi.
Turunan Perkalian
di mana u dan v adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan dalam x. Jika u’ dan v’ kontinu, kita dapat mengintegralkan kedua ruas dari persamaan di atas dan memperoleh
Asal Integral Parsial
Dengan menulis kembali persamaan di atas, diperoleh teorema berikut.
Teorema 1: Integral Parsial
Jika u dan v adalah fungsi-fungsi dalam x yang kontinu dan terdiferensialkan, maka
Teorema Integral Parsial
Rumus integral parsial ini menyatakan integral aslinya ke dalam bentuk integral yang lain. Berdasarkan pemilihan u dan dv, akan lebih mudah menyelesaikan bentuk integral yang kedua daripada bentuk aslinya. Karena pemilihan u dan dv sangatlah krusial dalam proses integral parsial, berikut ini panduan dalam memilih u dan dv.
Integral Parsial Art

Panduan dalam Proses Integral Parsial
  1. Cobalah untuk memisalkan dv sebagai bagian yang sangat rumit dari integran yang sesuai dengan aturan dasar integral. Sehingga u merupakan faktor lainnya dari integran.
  2. Cobalah untuk memisalkan u sebagai bagian dari integran yang turunannya lebih sederhana dari u. Selanjutnya dv merupakan faktor integral lainnya.
Perhatikan bahwa dv selalu memuat dx dari integran aslinya.

Untuk lebih memahami bagaimana menyelesaikan permasalahan integral dengan menggunakan metode integral parsial, perhatikan beberapa contoh berikut.
Contoh 1: Integral Parsial
Tentukan,
Contoh 1
Pembahasan Untuk menerapkan integral parsial, kita perlu untuk menuliskan integral tersebut ke dalam
Contoh 1 Bentuk Parsial
Terdapat beberapa cara untuk melakukan hal tersebut, yaitu
Contoh 1 Kemungkinan
Panduan dalam pemilihan u dan dv sebelumnya menyarankan kita untuk memilih pilihan pertama karena turunan dari u = x lebih sederhana dari x, dan dv = ex merupakan bagian yang paling rumit dari integran yang sesuai dengan aturan dasar integral.
Contoh 1 u dv
Sekarang, dengan integral parsial akan dihasilkan
Contoh 1 Integrasi
Untuk memeriksa hasil pengintegralan ini, kita dapat menurunkan hasil tersebut untuk mendapatkan integran aslinya.
Catatan Pada contoh 1 di atas kita tidak perlu menuliskan konstanta ketika menyelesaikan
Contoh 1 Keterangan
Untuk mengilustrasikan hal ini, cobalah mengganti v = ex dengan v = ex + C1 kemudian terapkan proses integral parsial untuk melihat bahwa kamu akan mendapatkan hasil yang sama.

Substitusi Trigonometri

Teknik Integral: Substitusi Trigonometri

 

Ada dua hal yang akan kita diskusikan dalam pembahasan ini. Pertama, kita akan mendiskusikan bagaimana penggunaan substitusi trigonometri dalam menyelesaikan permasalahan integral. Kedua, kita akan juga membahas penggunaan integral dalam memodelkan dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Substitusi trigonometri dapat digunakan untuk menyelesaikan integral yang memuat bentuk akar
Bentuk Akar
Tujuan dari penggunaan substitusi trigonometri adalah untuk menghilangkan akar tersebut dalam integran. Kita dapat melakukan hal ini dengan menggunakan identitas Pythagoras
Identitas Pythagoras
Sebagai contoh, jika a > 0, misalkan u = a sin θ, dengan –π/2 < θ < π/2. Maka
Contoh
Perhatikan bahwa cos θ ≥ 0, karena –π/2 < θ < π/2.
Substitusi Trigonometri
  1. Untuk integral yang memuat √(a² – u²), misalkan u = a sin θ. Maka, didapatkan √(a² – u²) = a cos θ, di mana –π/2 < θ < π/2.
    Segitiga 1
  2. Untuk integral yang memuat √(a² + u²), misalkan u = a tan θ.
    Maka, √(a² + u²) = a sec θ, dengan –π/2 < θ < π/2.
    Segitiga 2
  3. Untuk integral yang memuat √(u² – a²), misalkan u = a sec θ. Maka,
    Substitusi Trigonometri 3
    Segitiga 3
Catatan Batasan dari θ memastikan bahwa fungsi pada substitusi tersebut merupakan fungsi satu-satu. Faktanya, batasan tersebut merupakan interval yang sama di mana arcsinus, arctangen, dan arcsecan didefinisikan.

Try to know Grammar

Grammar Summary

1 Simple present
Use
Use the simple present to talk about situations which are generally or always true.
Form
2 Present progressive
Use
Use the present progressive to talk about situations which are temporary.
Form
Choose the correct form.
1 Right now I live / am living with my sister.
2 She loves / is loving pizza.
3 A What do you do?
       We work/are working in a bank.
4 A What are you doing / do you do now?
               I'm watching / watch TV.
3 There is / there are
Use
Use there is / there are to talk about things or people in a place.
Form
There is + singular or uncountable noun: There's a tree in the yard.
There are + plural noun: There are big windows.
Correct the mistakes. Check 1,/ the correct sentences.
1 There's three people swimming in the ocean. There are
2 There's a boat on the lake.
3 There are five TVs in the apartment.
4 There are a bridge over the river.
5 There are mountains around the city.
6 There's two cars in front of the house.
3 Suggestions
Complete the sentences with a phrase from the box.
1 How about
2 It's a good idea to       
3 You could         
4 You can

   Understanding what you do in
I Why do you sometimes work in pairs or groups?
a Because two or more heads are better than one.
b Because it gives you lots of speaking and listening practice in English!
c Because you are sometimes tired.
2 When reading or listening, what can you do to understand better?
a Use things like pictures, titles, and the glossary to help you.
b Use a dictionary to look up all the words you don't know.
c Don't panic about words you don't know.
3 When you write in class, how can you improve your writing?
a Copy your neighbor's work.
b Proofread your work carefully.
c Ask your teacher or a friend to help you.
4 When you don't understand some grammar, what can you do?
a Ask your teacher to explain again.
b Wait until after class and read the explanation again.
c Use the exercises in the unit and the Grammar Summary to help you.
5. Why does the teacher not correct you all the time?
a Because some mistakes are not important.
b Because your teacher is lazy.
c Because some activities are designed to build your confidence and fluency

1 Vocabulary: collocations
Notice how certain words go together: You play tennis. You go jogging.
a Match the words/phrases that go together.
Noun/phrase
a with your friends
b on your cellphone
c regular exercise
d shopping in the mall
e fast food
f TV
g your homework
b Complete these sentences with some of the combinations.
1 In my free time, I like hang:ng  ouL wthit one friends.
2 On weekends,    
3 In the evenings, 
4 I like      
5 I don't like
c Work in pairs. Tell each other about your answers.
2 Reading skills
a Work in pairs. Before you read the art below, ask each other these questions.
A How old are you?
B I'm over/under 18.
A How do you like to spend your leis time?
B Hanging out / Reading / Watching Talking on my cellphone / Getting exercise / Eating junk food / Going shopping / Listening to music.
b As you read, answer these questions.
1 What is the most serious health problem for American teenagers?
a drugs b drinking and driving
c being overweight V
2 How many U.S. teenagers are overweight? v
a 15 million b nine million c 20 million
3 Who probably does more exercise? .er a girls b boys tz
c Work in pairs. Talk about these questions.
1 What surprises you about the articl
2 Is your lifestyle sedentary or active
3 What about your friends? Your brothers and sisters?
It isn't drugs. It isn't drunk driving. The most serious health threat facing American teenagers today is obesity. Fifteen percent, or almost nine million, of U.S. kids are overweight, according to the Center for Disease Control and Prevention (CDC). The cause? Not overeating or eating junk food, but lazy lifestyles.
The New England Journal of Medicine finds that