Web server merupakan server Internet
yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protocol HTTP. Web server
merupakan hal yang terpenting dari server di Internet dibandingkan server
lainnya seperti E-mail server, FTP server ataupun News server. Hal ini disebabkan
web server telah dirancang untuk dapat melayani beragam jenis data, dari text
sampai grafis. Kemampuan ini telah menyebabkan berbagai institusi seperti
universitas maupun perusahaan dapat menerima kehadirannya dan juga sekaligus
menggunakannya sebagai sarana di Internet.
Web server juga dapat menggabungkan
dengan dunia mobile wireless internet atau yang sering disebut sebagai WAP (
Wireless Access Protocol ), yang banyak digunakan sebagai sarana handphone yang
memiliki fitur WAP. Dalam kondisi ini, webserver tidak lagi melayani data file
HTML tetapi telah melayani WML ( Wireless Markup Language ).
Salah satu software yang biasa
digunakan oleh banyak web master di dunia adalah Apache . Software tersebut
dapat di download secara gratis. Dalam penggunaannya Apache merupakan software
open source yang sekarang ini sudah merebut pasar dunia lebih dari 50%.
Apache fleksibel terhadap berbagai
system operasi seperti Windows 9x/NT/2000/XP/Vista ataupun Unix atau Linux.
Apache merupakan turunan dari webserver yang dikeluarkan oleh NCSA yaitu NCSA
HTTPd pada sekitar tahun 1995.
Kelebihan
Apache Server :
• Freeware (software gratis )
• Mudah di-install.
• Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi .
• Mudah mengkonfigurasinya.
• Mudah dalam menambahkan periferal lainnya ke dalam platform web servernya, misalnya : untuk menambahkan modul, cukup hanya menset file konfigurasinya agar mengikutsertakan modul itu ke dalam kumpulan modul lain yang sudah dioperasikan.
• Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
• Menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server .
• Secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
• Lebih aman karena memiliki level-level pengamanan
• Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara webserver-webserver lain, yang berarti bahwa webserver Apache termasuk salah satu dari webserver yang lengkap.
• Performansi dan konsumsi sumberdaya ( resource ) dari webserver apache tidak terlalu banyak, hanya sebesar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemon nya hanya memerlukan sebesar 950 KB memory per-child.
• Mendukung transaksi yang aman ( secure transaction ) menggunakan SSL ( Secure Socket Layer ).
• Mempunyai dukungan teknis melalui web.
• Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
• Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.
• Mudah di-install.
• Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi .
• Mudah mengkonfigurasinya.
• Mudah dalam menambahkan periferal lainnya ke dalam platform web servernya, misalnya : untuk menambahkan modul, cukup hanya menset file konfigurasinya agar mengikutsertakan modul itu ke dalam kumpulan modul lain yang sudah dioperasikan.
• Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
• Menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server .
• Secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
• Lebih aman karena memiliki level-level pengamanan
• Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara webserver-webserver lain, yang berarti bahwa webserver Apache termasuk salah satu dari webserver yang lengkap.
• Performansi dan konsumsi sumberdaya ( resource ) dari webserver apache tidak terlalu banyak, hanya sebesar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemon nya hanya memerlukan sebesar 950 KB memory per-child.
• Mendukung transaksi yang aman ( secure transaction ) menggunakan SSL ( Secure Socket Layer ).
• Mempunyai dukungan teknis melalui web.
• Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
• Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.
Struktur direktori dari Apache, PHP, MySQL setelah menginstall
AppServ.

Gambar 1 Struktur direktori setelah install AppServ.
Struktur direktori dari Apache Web Server
• apache/bin Program Apache utama.
• apache/conf File konfigurasi Apache.
• apache/error Template Apache Error (Hanya di Apache2.x).
• apache/icons Icon Apache.
• apache/logs Apache Log file.
• apache/modules Apache Modules.
Struktur direktori dari MySQL Database
• mysql/bin File MySQL database eksekusi utama.
• mysql/data Penimpanan MySQL database.
• mysql/share Pesan Error MySQL.
Struktur direktori dari PHP
• php PHP Command line Execution dan DLL Library.
• php/ext PECL PHP Extension untuk PHP (Ada di PHP5).
• php/extension PECL PHP Extension untuk PHP (Ada di PHP 4).
• php/PEAR PEAR Framework Components untuk PHP.
Struktur direktori dari folder www.
• www Directory Root untuk file Web.
• www/cgi-bin CGI file directory.
• www/phpMyAdmin phpMyAdmin program directory.
• www/appserv AppServ file, you can delete it after install.
• www/index.php AppServ index.php file you can delete it after install.
Contoh pemrograman PHP yang berjalan di localhost menggunakan AppServ
Setelah menginstall AppServ dan mengetahui tentang struktur direktori, anda dapat menulis skrip PHP dan simpan data anda di C:/AppServ/www. Jika anda ingin mencoba skrip yang anda buat, buka browser anda, dan tulis di address bar seperti: http://localhost/test.php
Struktur folder Apache setelah di instal
cara mengatur konfigurasi Apache 2.2.x
Setelah Anda berhasil melakukan
instalasi Apache pada komputer, maka langkah berikutnya adalah mengatur
setingan konfigurasi Apache. Hal ini perlu dilakukan agar Apache dapat
berjalan sesuai dengan yang diperlukan. Tetapi, ada beberapa hal penting
yang harus diperhatikan sebelum kita melakukan pengubahan setingan pada
Apache, sebagai berikut:
- Lakukan pengubahan konfigurasi Apache ini setelah Anda selesai melakukan instalasi paket PHP5.
- Konfigurasi Apache sangat erat hubungannya dengan konfigurasi PHP, maka terjadinya kesalahan konfigurasi pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain.
Jadi, silakan lakukan instalasi atau baca lagi tutorial tentang cara menginstal PHP 5.3.x sebelum melanjutkan ke baris berikutnya ini!
Tahap Konfigurasi Apache 2.2.22 Basis Windows
- Langkah 1, carilah file HTTPD.CONF yang berada di bawah direktori C:\Apache2.2\conf. Ini bila Anda melakukan proses instalasi mengikuti tutorial sebelumnya di situs ini. Segala pengubahan konfigurasi Apache dilakukan pada file HTTPD.CONF.
- Langkah 2, editlah file HTTPD.CONF
dengan menggunakan program teks editor biasa (seperti Notepad++,
Notepad, Crimson Editor, dsb). Hindari menggunakan program text editor WYSIWYG seperti MS Word, dsb.
Bila ada, aktifkan fasilitas penomoran baris (line numbering) pada program teks editor tersebut. Hal ini akan memudahkan kita dalam proses pengeditan berikutnya
- Langkah 3, bila belum ada, tambahkan dua baris perintah berikut ini: LoadModule php5_module "c:/php/php5apache2_2.dll" dan PHPIniDir "C:/php" pada bagian akhir dari file HTTPD.CONF.
- Langkah 4, tambahkan baris perintah AddType application/x-httpd-php .php sehingga menjadi sebagai berikut (sekitar baris ke-384)
- Langkah 5, perhatikan baris AddType application di atas. Nama extension yang diberikan adalah .php (nilai defaultnya). Tetapi bila Anda ingin menjalankan file-file PHP dengan nama extension yang berbeda (misalnya: .phtml, .php3, .phps, .html atau .htm), maka bisa saja Anda ubah dengan memberikan baris-baris perintah sebagai berikut:
AddType application/x-httpd-php .phtml
AddType application/x-httpd-php .php3
AddType application/x-httpd-php .html
AddType application/x-httpd-php .htm
AddType application/x-httpd-php-source .phps
AddType application/x-httpd-php .php3
AddType application/x-httpd-php .html
AddType application/x-httpd-php .htm
AddType application/x-httpd-php-source .phps
- Langkah 6, carilah baris perintah DirectoryIndex (sekitar baris nomor ke-212) berikut ini dan kemudian lengkapi menjadi DirectoryIndex index.html index.php sehingga tampilannya sebagai berikut:
- Langkah 7, matikan program Apache server Anda dan kemudian jalankan kembali. Untuk mematikan Apache sever cukup dengan klik ganda pada ikon Apache Service Monitor, yang akan menampilkan Apache Service Monitor:
- Langkah 8, klik satu kali pada tombol Restart, maka Apache akan dimatikan dan kemudian secara otomatis dijalankan kembali.
- Langkah 9, buatlah sebuah file baru untuk uji coba PHP sebagai berikut dan kemudian simpan dengan nama INFO.PHP pada direktori web Anda (atau doc_root ). Pada tutorial ini direktori Web berada di C:/Apache2/htdocs/
- Langkah 10, jalankan file INFO.PHP tersebut dengan menggunakan Internet browser Anda dengan mengetikkan http://localhost/info.php pada baris isian Address. Jika yang muncul adalah tampilan seperti di bawah ini, maka berarti Anda telah berhasil menginstal PHP. Selamat!!
<hrdata-mce-alt="hal 3" class="system-pagebreak" title="hal 3" />
- Langkah 11, perhatikan pada baris Loaded Configuration File (yaitu file PHP.INI) harus merujuk ke direktori C:PHP. Bila tidak, maka Anda harus memperhatikan kembali langkah no.(3) di atas (perintah PHPIniDir pada file HTTPD.CONF)
- Langkah 12, tetapi bila yang muncul adalah bukan seperti tampilan di atas, maka berarti telah terjadi kesalahan. Program web server Apache tidak mengenali file dengan nama ekstensi .php. Maka sebaiknya Anda harus memperhatikan tiga baris berikut di dalam file HTTPD.CONF:
LoadModule php5_module "c:/php/php5apache2.dll"
PHPIniDir “C:/php”
AddType application/x-httpd-php .php
PHPIniDir “C:/php”
AddType application/x-httpd-php .php




Posting Komentar